Selasa, 02 Oktober 2012

Gas Hydrogen Stanley Mayer
versus Minyak Bumi

Pada dasarnya Stanley Mayer menemukan bahwa bahan air menjadi Bahan bakar Hydrogen Gas adalah didorong keinginan untuk membuat kendaraan hemat energy. Seperti kebanyakan dari hak patennya memang cenderung berkaitan dengan kendaraan berbahan bakar tersebut. Penghematannya mulai dari sistem pembakaran internal (internal combution) sebelum mengganti bahan bakar benar-benar dari Air . Karena proses untuk kearah itu memerlukan penelitian yang panjang. Dan pengetahuan tentang elektronikanya juga tidak disepelekan. Coba kita lihat alat injektornya yang terbaru, sudah kian kompleks dengan pengaturan frequensi resonansi dan duty cycle.
Dibandingkan dengan sebagaian orang yang cenderung mencemooh bahwa pekerjaan tersebut akan sia-sia.
Nyatanya pekerjaan Stanley mayer yang sekarang dilanjutkan saudaranya berhasil dengan peralatan  elektroniknya (injektornya).
Kendaraan sekarang sebagaian mungkin juga meniru cara kerja dari paten punya stanley Mayer. Hal ini bisa kita lihat  mobil baru dengan tehnologi Injeksi.
Bagaimana menurut anda penggemar kendaraan dengan tehnologi injeksi?
Peran penting dari peralatan pengendali injeksi sebenarnya pada rangkaian PWM (Pulse Width Modulation).
Pernah saya membuat peralatan ini memang setengah mati dibuatnya, tapi toh berhasil juga walau dengan peralatan yang serba minim.
Pekerjaan ini sangat menyita waktu , oleh karena pekerjaan utama di kantor tentu yang didahulukan.
Kembali ke Stanley Mayer.
Paten dari Stanley Mayer yang sudah lama banyak dipublikasikan tahun 1982-1990. Contohnya : Alat penghemat internal combution, alat pemecah Hydrogen dari carbon (Hydrogen Crack System) dengan modelnya sendiri.
Semua ini mulai dari penghemat masih menggunakan bahan bakar bensin dari minyak bumi.
Tidak banyak yang diketahui tentang minyak bumi di zaman dulu/ primitif. Baru tahun 4000 SM orang-orang dari Babilonia mulai menemukan asphal sebagai bahan campuran tembok dan menara. Asphal adalah bagian dari minyak bumi dan  minyak ikan terutama ikan paus untuk lampu penerangan. Kemudian didekat sungai Eufrat Turki juga menemukan ladang  minyak bumi , tapi masih sederhana bahan seperti asphal. Pada tahun 1850 an seorang bangsa Rusia , menemukaan cara minyak bumi dibuat menjadi minyak tanah untuk penerangan. Dari sinilah minyak bumi tidak hanya dijadikan minyak tanah , di destilasi lagi menjadi: solar, bensin (petroluem) , asphal dan lain-lain dan   berkembang pesat menyebar ke daerah Persia ,  Kanada, US , Arab Saudi dan  China. . Sehingga negara-negara maju kebanyakan income-nya berasal dari Minyak bumi dan gas bumi.
Sedangkan di daerah bagian Rusia (Azerbaijan , Kazakstan) dan Kanada banyak ditemukan selain ladang minyak bumi yakni ladang Gas Bumi (MetanaCH4, Etana C2H6 dan turunannya) sampai sekarang. Bekas-bekas gas bumi terlihat pada tanah yang amblas seperti neraka. Gas bumi ini  sudah menjamur sampai ke dearah lain termasuk Indonesia.
Jadi , apakah di Indonesia masih perlu penghematan BBM dengan cara membuat Hydrogen Gas dari Air?
Tentu kembali ke pribadi masing-masing , ada yang perlu dan ada yang tidak.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar